Kisah Misteri Gunung Krakatau (Satu)



Gunung Krakatau, Gunung yang terletak di Selat Sunda ini pernah meletus dahsyat pada 27 Agustus 1883, banyak orang yang menjumpai kerangka manusia ataupun hewan ketika hendak membangun rumah. Semua itu mengingatkan kita akan peristiwa 126 tahun silam, tatkala gelombang raksasa, yang banyak disebut orang dengan gelombang Tsunami, setinggi sekitar 40 meter mengempas Pantai Carita maupun Anyer. Karang seberat ratusan ton pun terlempar ke darat bahkan Kota Kabupaten Caringin pun lenyap ditelan ombak.

Halwany Michrob, antropolog sejarah, menemukan kerangka yang diduga korban letusan Gunung Krakatau. akan diuji di laboratorium di Jakarta, setelah itu akan disimpan di Museum Krakatau
Ditemukannya sebah kerangka manusia di pantai Anyer – Banten, ujung pulau Jawa Barat bagian Utara. Kerangka manusia yang didapatkan ialah kerangka seseorang yang terlanda musibah pada tahun 1888, ketika itu terjadi Gunung Krakatau meletus dan yang menemukan kerangka manusia tesebut adalah Halwany Michrob seorang antropolog sejarah.

Ia melakukan penggalian disekitar Anyer Lor dengan tim yang diberi tema Ekskavasi Penyelamatan, semula penggalian tersebut untuk menyingkap peninggalan prasejarah. Akan tetapi kerja yang dimulai pada 1 Agustus 1996 itu hasilnya lain. Di depan Kantor Kecamatan Anyer, hanya beberapa puluh meter dari garis pantai kerangka manusia itu ditemukan dalam posisi tengkurap pada kedalaman 1,2 m. Tangan kanannya tampak menangkup kepalanya yang terletak di antara dua karang seperti terjepit. Sedangkan tangan kirinya memegangi perut.

“Itu jelas bukan sistem penguburan Islam, yang biasanya kedua tangan bersedekap,” tambah Halwany. Apalagi lapisan tanah tak menunjukkan bekas lubang penguburan. Penduduk di situ memang bercerita bahwa banyak orang yang menjumpai kerangka manusia ataupun hewan ketika hendak membangun rumah. Semua itu mengingatkan kita akan peristiwa 105 tahun silam, tatkala gelombang raksasa, yang banyak disebut orang dengan gelombang Tsunami, setinggi sekitar 40 meter mengempas Pantai Carita maupun Anyer.

Karang seberat ratusan ton pun terlempar ke darat bahkan Kota Kabupaten Caringin pun lenyap ditelan ombak. Namun temuan di Anyer bukan saja kerangka manusia tapi diperoleh juga manik-manik, mata uang Belanda tahun 1880 dan juga ditemukan bekas dapur yang isinya, antara lain, pecahan keramik Cina akhir abad ke-18. Temuan itu, menurut Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Dr. Hasan Muarif Ambary, masih akan diuji di laboratorium di Jakarta. Setelah itu akan disimpan di Museum Krakatau, yang terletak persis di seberang Carita Krakatau Beach Hotel.

Museum itu baru diletakkan batu pertamanya dalam acara peringatan 105 tahun meletusnya Krakatau, pendirinya Krakatau Foundation. Turis dan para peneliti akan diharapkan datang, namun keberadaan Museum tersebut entah kemana sekarang tinggal Kondominium Lippo hotel yang ada di sana.

Gunung yang terletak di selat sunda ini pernah meletus dahsyat pada 27 agustus 1883, dengan suara letusannya yang terdengar sampai dengan kepulauan Rodriguez (penulis juga tidak tau ada dimana) yang berjarak 4653 km dari gunung ini dan terdengar oleh kira kira 1/13 planet bumi ini. Abunya sampai juga ke Singapura yg terletak 840 km sebelah utara Krakatau.

Debu yang dilontarkan ke angkasa menutup sinar matahari dan mendinginkan bumi. Majalah National Geographic dari Amerika Serikat mencatat penurunan suhu bumi sampai dengan 1,2 derajat celcius satu tahun setelah letusan dan suhu kembali normal 5 tahun kemudian (1888). Letusan Krakatau yang menyemburkan ejekta yaitu debu dan batu apung ke angkasa sebesar 18 meter kubik merupakan nomor tiga di dunia dalam jumlah ejekta yang disemburkan ke atmosfer. Yang pertama adalah letusan Gunung Tambora, juga gunung api Indonesia yang pada 1815 melontarkan 80 km kubik ejekta. Letusan gunung Tambora menyebabkan pendinginan bumi yang sangat jelas sehingga pada tahun 1816 disebut “a year without summer” di Amerika Serikat.

Nomor dua adalah letusan gunung Mazama di Jepang pada tahun 4600 sebelum Masehi yang memuntahkan 42 km kubik ejekta. Letusan ini juga menimbulkan gelombang tsunami setinggi kurang lebih 40m. Bangkai-bangkai manusia, kuda, sapi, ayam, dan anjing tersangkut padanya. Walaupun sudah lemah, gelombang tsunami letusan Krakatau terasa sampai di pantai barat Amerika Selatan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.